AMREI Hadir dan Berpartisipasi dalam Event Seminar Nasional
tentang “Peran Artificial Intelligence (AI) Dalam Mendukung Penerapan SMK3 dan PSM di Industri” yang diselenggarakan oleh Majalah KATIGA dan Persatuan Profesi Ahli K3 Indonesia (P2AK3I)
Ketua Umum bersama pengurus lainnya.
Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia (AMREI) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan KATIGA dan Persatuan Profesi Ahli K3 Indonesia (P2AK3I) bertajuk “Peran Artificial Intelligence Dalam Mendukung Penerapan SMK3 dan PSM di Industri” yang berlangsung pada 21 Mei 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membahas bagaimana perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat mendukung implementasi keselamatan kerja, pengelolaan risiko, serta penguatan Process Safety Management (PSM) di berbagai sektor industri.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum AMREI, Rifky Assamady, bersama Sekretaris Jenderal AMREI, Mohamad Soleh, turut hadir sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pengembangan budaya manajemen risiko dan transformasi digital di Indonesia.
Tidak hanya hadir sebagai peserta, AMREI juga berpartisipasi melalui booth pameran yang menjadi sarana interaksi, edukasi, serta diskusi bersama para praktisi industri, akademisi, dan peserta acara mengenai pentingnya penerapan Integrated Risk Management di era digital. Booth AMREI mendapatkan antusiasme tinggi dari pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai implementasi manajemen risiko berbasis teknologi dan pengembangan sistem bisnis modern.
Bapak Mohamad Soleh, selaku Sekjen AMREI sebagai pemberi kesimpulan dalam Kegiatan KATIGA.
Pada sesi penutupan acara, Mohamad Soleh dipercaya untuk menyampaikan kesimpulan kegiatan. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence harus diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang matang dan terintegrasi.
“Transformasi digital tanpa manajemen risiko yang tepat dapat menciptakan tantangan baru bagi perusahaan.”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital bukan hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dalam mengelola risiko, proses bisnis, keamanan data, hingga keberlanjutan operasional perusahaan.
Sebagai praktisi yang berpengalaman di bidang Risk Management dan pengembangan sistem bisnis, Mohamad Soleh hadir bukan hanya sebagai trainer dan konsultan, tetapi juga sebagai partner dalam transformasi digital perusahaan. Pengalaman beliau dalam berbagai proyek strategis menjadi bukti nyata kontribusinya dalam mendukung penguatan tata kelola dan sistem manajemen perusahaan, di antaranya:
Project Manager Penyusunan Arsitektur Aplikasi Risk Management System PLN & BULOG
Penyusunan Business Process, SOP & HCIS Architecture WIKA
Business Analyst Pengembangan Aplikasi HCIS WIKA
Keterlibatan AMREI dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen organisasi untuk terus mendukung kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan manajemen risiko modern yang terintegrasi dengan teknologi digital. Sejalan dengan perkembangan industri saat ini, perusahaan membutuhkan sistem, proses, dan digital risk management yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Karena di era industri modern, bisnis tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga integrasi sistem, proses, dan manajemen risiko digital yang kuat untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan organisasi di masa depan.
Bapak Mohamad Soleh sedang memberikan penjelasan terkait Boardgames Integrated Risk Management di booth AMREI.