AMREI Hadir pada Blue Ocean Strategy Fellowship 2025 Sebagai Upaya Membangun Kontribusi Nyata Lintas Sektor

JAKARTA, 28 November 2025

Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia (AMREI) menghadiri forum Blue Ocean Strategy Fellowship 2025 yang mengusung tema “Unlocking the Blue Economy for Sustainable Marine Ecosystem.” Kehadiran AMREI diwakili oleh Ketua Umum AMREI, Bapak Rifky Assamady, sebagai undangan kehormatan bersama para pemimpin industri, regulator, akademisi, dan organisasi keberlanjutan.

Forum ini membahas arah strategi ekonomi biru global dengan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas sektor kelautan, perlindungan ekosistem laut, serta penguatan tata kelola dan investasi berkelanjutan di wilayah pesisir dan maritim. Diskusi juga menyoroti kebutuhan sinergi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Partisipasi organisasi menunjukkan komitmen nyata untuk mengambil bagian dalam agenda nasional dan global terkait transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. AMREI memandang ekonomi biru sebagai ruang strategis yang berkaitan erat dengan pengembangan energi terbarukan berbasis maritim dan keamanan energi jangka panjang.

Bapak Rifky Assamady selaku Ketua Umum AMREI sedang berbincang bersama Dr. Robert Bong, CEO Blue Ocean Global Network

Ketua Umum AMREI, Rifky Assamady, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi pada forum ekonomi biru merupakan bagian dari upaya memperkuat perspektif manajemen risiko dalam pengembangan sektor kelautan dan energi. “Pemanfaatan potensi laut harus didukung tata kelola risiko yang kuat agar keberlanjutan ekologis dan keamanan energi dapat berjalan beriringan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

AMREI terbuka terhadap peluang kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem keberlanjutan — baik di sektor energi, kelautan, maupun lingkungan. Melalui kehadirannya pada Blue Ocean Strategy Fellowship 2025, AMREI menegaskan dedikasinya dalam memperkuat budaya manajemen risiko, mendukung transisi energi yang bertanggung jawab, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi biru Indonesia untuk generasi mendatang.

Previous
Previous

Krisis Kelistrikan Aceh Pascabanjir; AMREI Dorong Penguatan Manajemen Risiko dan BCM Sektor Energi

Next
Next

AMREI Hadiri Grand Launching Indonesia’s Oil & Gas Exploration 2025, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi dan Tata Kelola Risiko Energi Nasional